Cakrawalanews.co – Dalam upaya mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah masyarakat, DPD PKS Kabupaten Kediri resmi meluncurkan program pendampingan usaha bagi para kadernya.
Kegiatan yang menyasar sektor UMKM di bawah naungan bidang PPEK BIPEKA dan BOEMKRAF ini mengusung tema “Mindset Naik Level Bisnis Naik Kelas” dan dilaksanakan di Kampung Inggris Pare pada Minggu, 8 Februari 2026. Sebanyak 60 peserta turut ambil bagian dalam acara yang bertujuan memperkuat fondasi ekonomi anggota partai tersebut.
Ketua DPD PKS Kabupaten Kediri, Abdul Wasik, saat membuka acara menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata fasilitas partai kepada para anggotanya. Menurutnya, PKS tidak hanya fokus pada aspek ibadah dan politik, tetapi juga memberikan perhatian serius pada kesehatan dan kemandirian ekonomi.
Ia menekankan pentingnya penguatan mental bagi para pelaku usaha, yang meliputi integritas, konsistensi, kedisiplinan, serta pelayanan prima, karena hal-hal tersebut merupakan pilar utama dalam membangun bisnis yang kokoh dan berdampak luas bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) PKS Kabupaten Kediri, Diana Izzati, menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan langkah awal dari rangkaian pembinaan yang berkelanjutan.
Program pendampingan ini dirancang secara bertahap selama satu tahun penuh, dimulai dengan penguatan pola pikir dan mental wirausaha. Nantinya, para peserta akan mendapatkan pelatihan rutin setiap bulan dengan materi yang berbeda-beda untuk memastikan bisnis mereka dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Bidang Pemberdayaan UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Korporasi (BOEMKRAF) PKS Kabupaten Kediri, Shugairi Maghfur, memaparkan tiga tujuan strategis dari kegiatan ini. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas usaha para kader dan merangsang lahirnya wirausahawan baru. Selain itu, program ini juga dijadikan sarana rekrutmen anggota baru melalui pendampingan UMKM bagi masyarakat umum.
Ia menambahkan bahwa potensi usaha akan dikembangkan sesuai dengan keunggulan lokal di tingkat desa masing-masing, mengingat saat ini sudah terdapat puluhan anggota BIPEKA dan BOEMKRAF yang siap dibina.
Abdul Wasik pun berharap pendampingan ini mampu membuat ekonomi kader tumbuh signifikan serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan.( wa/ar)



