Ditanya kenapa Surabaya dipilih, Risma mengaku tidak mengerti. Namun, dirinya merasa ada alasan mengapa surabaya dipilih untuk menjadi pembicara di negara minyak tersebut.
“Mungkin tamu-tamu luar negeri yang pernah berkunjung ke Surabaya banyak bercerita tentang profil Surabaya dan profil saya sendiri,” ujar Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini.
Ia juga menegaskan jika selama melakukan kunjungan ke luar negeri untuk menjadi pembicara tidak pernah mengeluarkan uang perjalanan dinasnya. Bahkan, Dia mengungkapkan anggaran perjalanan dinas saat ini yang mencapai Rp 7 Miliar lebih banyak digunakan untuk keperluan pembangunan bidang pendidikan.



