Cakrawalanews.co, – PT KAI Daop 9 Jember terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api serta keamanan masyarakat di sepanjang jalur rel dan perlintasan sebidang.
Upaya ini dilakukan secara konsisten melalui pengawasan operasional yang ketat, penataan perlintasan, hingga edukasi berkelanjutan kepada masyarakat luas.
Data internal menunjukkan adanya tren positif pada tingkat keselamatan perjalanan di wilayah Daop 9 Jember. Jika pada tahun 2024 tercatat sebanyak 30 kejadian temperan (kecelakaan kereta api), angka tersebut berhasil ditekan menjadi 29 kejadian sepanjang tahun 2025. Dari total kasus di tahun 2025, wilayah Probolinggo mencatat angka tertinggi dengan 13 kejadian, disusul Banyuwangi dan Jember masing-masing enam kejadian, serta Pasuruan dengan empat kejadian.
Sebagai langkah mitigasi yang konkret, KAI aktif melakukan penutupan dan penyempitan perlintasan sebidang di berbagai titik rawan. Sepanjang tahun 2025, langkah penataan ini masif dilakukan di Banyuwangi dengan tujuh penutupan dan enam penyempitan, Jember dengan dua penutupan dan lima penyempitan, serta wilayah lain seperti Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa keselamatan transportasi kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab operator semata, melainkan memerlukan peran aktif dan kepatuhan dari masyarakat. Meskipun evaluasi dan langkah teknis terus dilakukan, faktor kepatuhan pengguna jalan saat melintasi jalur kereta tetap menjadi penentu utama dalam menekan angka kecelakaan.
Memasuki tahun 2026, KAI Daop 9 Jember telah menyiapkan program keselamatan yang berfokus pada pencegahan. Program tersebut mencakup peningkatan sosialisasi di wilayah rawan, penataan perlintasan tidak terjaga, hingga penguatan sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI. Melalui koordinasi yang erat dan kesadaran bersama, Daop 9 Jember optimis mobilitas masyarakat yang aman dan andal dapat terus diwujudkan.( wa/ar)



