Cakrawalanews.co- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menegaskan keseriusannya dalam menyongsong PON Bela Diri II 2026 yang akan digelar di Manado pada akhir Juli mendatang.
Mengingat adanya keterbatasan anggaran, pengiriman atlet dilakukan secara sangat selektif dengan memprioritaskan mereka yang memiliki peluang realistis untuk membawa pulang medali emas. Langkah strategis ini diambil guna menjaga efektivitas pembinaan serta memastikan prestasi Jawa Timur tetap berada di level tertinggi.
Direktur Bapel Puslatda KONI Jawa Timur, Irmantara Subagio, menjelaskan bahwa kebijakan pembatasan ini disesuaikan dengan kemampuan finansial organisasi dan potensi prestasi atlet di lapangan. Menurutnya, dalam kondisi saat ini, fokus utama adalah memastikan pembinaan benar-benar tertuju pada atlet dengan probabilitas juara paling besar.
Seleksi ketat pun diberlakukan dengan mengacu pada rekam jejak prestasi di PON 2024, kejuaraan nasional, hingga ajang internasional.
Selain mengandalkan atlet yang sudah ada, KONI Jatim tetap membuka ruang untuk seleksi ulang guna memantau konsistensi performa.
Bagi cabang olahraga yang belum memiliki atlet tetap, seperti tinju, pemantauan dilakukan melalui eks-atlet Porprov serta peninjauan langsung pada proses seleksi di daerah.
Bahkan, Irmantara menyebut bahwa rekrutmen lintas cabang menjadi solusi realistis untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia di beberapa sektor bela diri yang dinilai belum konsisten di kancah nasional.
Dari delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, Muaythai sejauh ini dinilai sebagai cabang yang paling menjanjikan bagi Jawa Timur.
Sementara itu, untuk cabang Yongmoodo, komposisi atlet akan diperkuat oleh unsur TNI yang sebagian besar memiliki latar belakang bela diri Judo, namun tetap harus melewati rangkaian seleksi lanjutan. Hal ini dilakukan agar komposisi tim yang terbentuk benar-benar sesuai dengan kebutuhan kompetisi.
Sebagai langkah pemungkas, atlet yang berhasil terpilih diwajibkan menjalani program latihan maksimal di bawah pengawasan ketat.
KONI Jatim berkomitmen melakukan pemantauan fisik dan kesehatan secara berkala agar para pelatih dapat memahami kekuatan kompetitor sejak dini. Persiapan taktis yang matang ini diharapkan menjadi kunci utama bagi Jawa Timur untuk tampil dominan dalam ajang nasional tersebut.( wa/al)














