Agenda retreat akan diisi dengan diskusi “tiga pilar” Partai Demokrat yang melibatkan unsur legislatif, struktur partai, serta perwakilan kepala daerah dan kader strategis.
“Ada diskusi tiga pilar, melibatkan DPRD provinsi, kabupaten/kota, dan unsur partai lainnya. Ini penting agar langkah kita ke depan seirama,” jelasnya.
Ia menegaskan Demokrat Jawa Timur tidak ingin menjalankan kerja politik secara mendadak atau dengan sistem kebut semalam.
“Kita tidak mau SKS. Semua harus terencana dan ter-planning. Jawa Timur sudah melakukan perbaikan struktur dari DPRD sampai tingkat paling bawah. Ini momentum yang sangat bagus,” tegasnya.
Lebih jauh, dr Agung Mulyono menyebut tahun 2026 menjadi titik awal pemanasan mesin Partai Demokrat untuk kembali merebut kejayaan di Jawa Timur.












