Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Pemkab Situbondo Dirikan Dapur Umum untuk Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang

×

Pemkab Situbondo Dirikan Dapur Umum untuk Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini
Dapur umum.jpg
Dapur umum.jpg

Cakrawalanews.co-  Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bergerak cepat menangani dampak banjir bandang yang menerjang ribuan rumah warga di lima kecamatan.

Sebagai langkah awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim Tanggap Bencana (Tagana) telah mendirikan dapur umum yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Besuki.

​Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menjelaskan bahwa dapur umum tersebut mulai beroperasi hari ini, Kamis (22/1), untuk menjamin ketersediaan makanan siap santap bagi warga terdampak.

Selain menjadi pusat pengolahan makanan, fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat distribusi bantuan logistik.

Ulfiyah menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi warga agar tidak ada yang mengalami kekurangan pangan di tengah situasi darurat ini.

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, menambahkan bahwa pihaknya menyiapkan lebih dari seribu bungkus nasi setiap harinya.

Rencananya, dapur umum ini akan beroperasi selama lima hari ke depan, namun durasi tersebut bisa diperpanjang sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.

Selain di Besuki, BPBD juga berencana mendirikan posko serupa di lokasi lain yang dekat dengan titik terdampak paling parah, seperti di Desa Lubawang untuk wilayah Kecamatan Banyuglugur.

​Berdasarkan data terbaru dari BPBD Situbondo, banjir bandang yang terjadi pada Rabu malam tersebut berdampak pada sedikitnya 6.328 rumah warga.

Wilayah terdampak paling luas berada di Kecamatan Besuki dengan total 5.425 rumah, disusul oleh Kecamatan Banyuglugur sebanyak 467 rumah, Kecamatan Mlandingan 169 rumah, Kecamatan Kendit 154 rumah, dan Kecamatan Bungatan sebanyak 113 rumah.( wa/Ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *