Cakrawalanews.co-Pemerintah pusat resmi mengalokasikan sebanyak 64 ribu ton pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Ponorogo, Tamar Mahara, menjelaskan bahwa total alokasi tersebut mencakup berbagai jenis pupuk, yakni 33,1 ribu ton urea, 27,4 ribu ton NPK, enam ton ZA, serta 4,4 ribu ton pupuk organik.
Tamar menyebutkan bahwa jumlah alokasi tahun ini hampir memenuhi seluruh usulan kebutuhan petani yang telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).
Khusus untuk pupuk jenis urea, ketersediaannya hampir mencapai 100 persen dari usulan, sementara alokasi pupuk ZA justru tercatat lebih besar dibandingkan permintaan awal. Tingginya angka alokasi ini tidak lepas dari rekam jejak serapan pupuk di Ponorogo pada tahun sebelumnya yang sangat positif.
Sebagai gambaran, pada tahun 2025, serapan pupuk urea mencapai 95 persen, sedangkan NPK dan ZA masing-masing menyentuh angka 98 persen dan 95 persen.
Meskipun kuota saat ini sudah ditetapkan, Tamar menambahkan bahwa jumlah tersebut masih berpotensi bertambah melalui mekanisme realokasi.
Biasanya, pemerintah akan mengalihkan kuota pupuk dari daerah yang serapannya rendah ke daerah yang lebih membutuhkan pada akhir tahun.
Oleh karena itu, ia mendorong para petani untuk memanfaatkan jatah pupuk bersubsidi ini secara optimal sejak musim tanam awal tahun, mengingat tingkat serapan akan menjadi indikator penting dalam penetapan kuota di masa mendatang.( al/an)














