Scrol ke Bawah
Example 120x600
Example 120x600
Cakrawala EkonomiCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Strategi Subsidi Silang, Dishub Jatim Perkuat Armada Trans Jatim Luxury

×

Strategi Subsidi Silang, Dishub Jatim Perkuat Armada Trans Jatim Luxury

Sebarkan artikel ini
​Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono-medium
​Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono-medium

Cakrawalanews.co-Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan terus berupaya memperluas jangkauan transportasi publik dengan menambah armada Trans Jatim Luxury pada tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai strategi jitu di tengah keterbatasan anggaran operasional yang mencapai Rp 250 miliar per tahun.

Sponsor

Saat ini, layanan premium tersebut telah mengoperasikan 16 armada dan dipastikan akan bertambah 8 unit lagi dalam waktu dekat guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

​Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menjelaskan bahwa penambahan armada ini bertujuan untuk menerapkan sistem subsidi silang demi mendukung keberlangsungan koridor reguler yang tetap dipatok dengan tarif subsidi sebesar Rp 5.000.

Menarik Dibaca:  Perampasan Aset, DPR Bahas Mekanisme Pemulihan Kerugian Negara

Melalui layanan Trans Jatim Luxury yang bertarif Rp 30.000, pemerintah berharap dapat menjangkau wilayah pelosok Jawa Timur dengan memanfaatkan keuntungan dari layanan non-subsidi tersebut untuk membiayai koridor-koridor baru yang akan dikembangkan.

​Layanan luxury ini menyasar segmen kelas menengah yang lebih mengutamakan kenyamanan maksimal dibandingkan harga.

Berbeda dengan Trans Jatim reguler yang sering kali padat pada jam sibuk, Trans Jatim Luxury memberikan jaminan bahwa seluruh penumpang mendapatkan tempat duduk tanpa ada yang berdiri

Inovasi ini dianggap kompetitif karena menawarkan fasilitas premium bagi masyarakat yang menginginkan pengalaman perjalanan yang lebih eksklusif dan teratur.

Menarik Dibaca:  Polres Tegal dan Universitas Bhamada Slawi Susun Draft Kerja Sama Pencegahan Permasalahan Hukum di Lingkungan Kampus

​Ke depannya, Dishub Jatim menargetkan pemerataan layanan di berbagai wilayah strategis, mulai dari kawasan Gerbangkertosusila, Malang Raya, Kediri Raya, hingga Jember, Madiun, Pamekasan, dan Bojonegoro.

Dengan menjadikan koridor yang sudah mapan sebagai layanan mandiri non-subsidi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimis jangkauan transportasi publik akan semakin luas dan merata di seluruh wilayah tanpa harus membebani anggaran daerah secara berlebihan ( wa/infj)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600