Cakrawalanews.co-Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat menangani banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero yang dipicu oleh cuaca ekstrem.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengoptimalkan durasi penggunaan pompa air hingga 14 jam sehari untuk mempercepat pembuangan air melalui Pintu Air Kuro dan sejumlah bendung lainnya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa penambahan kapasitas dan durasi operasional pompa ini merupakan prioritas utama demi menurunkan ketinggian air secepat mungkin, terutama di wilayah cekungan seperti Desa Bojoasri yang memiliki kondisi geografis rendah sehingga air cenderung lebih lama surut.
Selain fokus pada penanganan teknis pengairan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus pada keberlangsungan aktivitas pendidikan. Pemkab Lamongan telah menyiagakan perahu karet sebagai sarana transportasi bagi anak-anak sekolah di wilayah terdampak agar mereka tetap bisa menjangkau fasilitas pendidikan dengan aman.
Dukungan sosial pun terus mengalir melalui penyaluran berbagai bantuan logistik, mulai dari makanan siap saji, kebutuhan gizi, perlengkapan sekolah, hingga paket kesehatan bagi lansia yang tersebar di lima desa terdampak, yakni Bojoasri, Pomahanjangan, Sukorejo, Waruk, dan Karanganom.
Secara teknis, operasional pompa air dibagi berdasarkan kewenangan instansi terkait, di mana pompa milik kabupaten beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB, sementara pompa milik BBWS dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berjalan mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.
Saat ini, rekonstruksi Pintu Air Kuro telah berhasil meningkatkan kapasitas hingga 10.000 liter per detik. Target ke depannya adalah memenuhi total kebutuhan pompa sebesar 20.000 liter per detik yang akan dibagi rata antara Pintu Air Kuro dan Pintu Air Melik, didukung oleh penggunaan mesin pompa tambahan tipe submersible axial demi menjaga stabilitas operasional saat debit air mencapai titik tertinggi.( ar/art)












