“Tidak ada jalan lain selain kerja nyata. Kader harus hadir, mendengar, dan menyelesaikan persoalan rakyat. Itulah kekuatan PDI Perjuangan,” ujarnya.
Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Purwadi, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-53 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi dan peneguhan ideologi partai.
Menurutnya, PDI Perjuangan adalah partai berideologi yang memiliki pelembagaan organisasi serta manifesto politik yang jelas.
“Peringatan HUT ini adalah upaya refleksi dan peneguhan bahwa PDI Perjuangan bukan sekadar partai politik, tetapi partai yang berideologi dan bersejarah. Ini untuk mengingatkan kader bahwa PDI Perjuangan bisa bertahan hingga hari ini karena pelembagaan, kepercayaan, dan keyakinan politik,” kata Purwadi.
Rangkaian peringatan HUT diisi dengan pemotongan tumpeng di masing-masing wilayah kecamatan yang melibatkan tokoh masyarakat setempat.
Acara juga diakhiri dengan nonton bareng pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang disebut sebagai bekal ideologis bagi kader dalam menyusun langkah politik menuju Pemilu 2029.














