Sejalan dengan peneguhan ideologi tersebut, jajaran pengurus hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) diminta segera melakukan konsolidasi organisasi dan penguatan basis massa.
“Kami berharap PAC segera memperkuat struktur, mengorganisir kader dan masyarakat, serta memastikan setiap kegiatan partai memiliki nilai elektoral,” jelas Purwadi.
Dalam kesempatan itu, Purwadi juga menegaskan sikap PDI Perjuangan yang menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurutnya, PDI Perjuangan lahir dari semangat demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.
“PDI Perjuangan secara tegas menolak pilkada melalui DPRD. Pilkada dan pileg harus dipilih langsung oleh rakyat. Demokrasi yang diatur oleh elite tidak memberikan ruang partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan Surabaya turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas kebudayaan seperti ProMeg dan Garda Putih Soekarno, kelompok senior PDI Perjuangan, pelaku UMKM binaan partai, hingga pengemudi ojek online. DPC PDIP Surabaya juga membagikan paket makanan sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan dengan rakyat.
“PDI Perjuangan tidak boleh hanya berkutat di dalam struktur partai. Kita harus hadir dan bergerak bersama rakyat, memperjuangkan kesejahteraan serta nilai-nilai Pancasila. Gerak politik harus membumi, memberdayakan, dan bernilai elektoral,” pungkas Purwadi.












