Berita UtamaCakrawala KesehatanPeristiwa

Komnas KIPI Pastikan Vaksin Pulmeera Aman untuk Cegah Pneumonia pada Balita

×

Komnas KIPI Pastikan Vaksin Pulmeera Aman untuk Cegah Pneumonia pada Balita

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi imunisasi
Ilustrasi imunisasi

Cakrawalanews.co-Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) menegaskan bahwa vaksin Pulmeera, yang merupakan salah satu merek vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), telah melalui seluruh tahapan uji keamanan sesuai standar internasional.

Dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (8/1/2026), Anggota Komnas KIPI, Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, menjelaskan bahwa penentuan keamanan sebuah vaksin melibatkan proses ilmiah yang ketat selama lebih dari sepuluh tahun, mulai dari uji praklinis pada hewan hingga uji klinis fase satu sampai tiga pada manusia.

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu ragu karena profil keamanan Pulmeera relatif sama dengan jenis PCV lainnya.

Terkait kekhawatiran mengenai efek samping, Dr. Bernie menjelaskan bahwa setiap kejadian medis pascaimunisasi akan dipantau melalui sistem surveilans KIPI secara berjenjang dan objektif.

Meskipun terdapat istilah KIPI serius maupun non-serius, ia menekankan bahwa tidak semua kejadian medis setelah imunisasi disebabkan oleh vaksin.

Sebagai langkah antisipasi, petugas kesehatan tetap diwajibkan melakukan observasi selama 15 hingga 30 menit setelah penyuntikan untuk mendeteksi reaksi cepat serta mencatat nomor batch vaksin guna keperluan investigasi jika diperlukan di kemudian hari.

Pentingnya perlindungan ini didasari oleh data memprihatinkan yang dipaparkan Ketua Tim Kerja Imunisasi Tambahan Kemenkes, Endang Budi Hastuti.

Saat ini, Indonesia masih masuk dalam daftar 10 negara dengan tingkat kematian balita tertinggi akibat pneumonia, di mana penyakit ini menyumbang sekitar 14 persen dari total kematian balita. Secara statistik, terdapat dua hingga tiga balita yang meninggal setiap jam karena pneumonia, yang mayoritas menyerang bayi di bawah usia 12 bulan. Selain risiko nyawa, beban pembiayaan perawatan medis untuk penyakit ini juga mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahunnya.

Vaksin Pulmeera sendiri telah mendapatkan izin edar dari Badan POM serta rekomendasi dari Komite Imunisasi Nasional (KIN) untuk digunakan dalam program imunisasi nasional. Vaksin PCV13 ini diberikan dalam tiga dosis, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan dosis lanjutan pada usia 12 bulan.

Secara teknis, penggunaan Pulmeera identik dengan merek lain seperti Prevenar, baik dari segi dosis 0,5 ml, cara pemberian secara intramuskular, maupun sistem penyimpanannya. Pemerintah berharap penguatan imunisasi PCV ini dapat secara efektif menekan angka kesakitan dan kematian balita demi melindungi generasi masa depan Indonesia. ( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *