Cakrawalanews.co- Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Kamis (8/1).
Sejak dini hari hingga pagi hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami empat kali erupsi berturut-turut. Letusan terbaru terjadi pada pukul 07.14 WIB dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 700 meter di atas puncak, atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa kolom abu vulkanik tersebut berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat laut.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14 mm dan durasi getaran selama 120 detik. Sebelumnya, aktivitas serupa juga terjadi pada pukul 00.33 WIB, 05.19 WIB dengan tinggi kolom 600 meter, serta pukul 05.25 WIB dengan tinggi kolom 700 meter.
Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Menanggapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat.
Warga dilarang keras melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat diminta menjauh dari tepian sungai di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 17 kilometer dari puncak guna menghindari ancaman awan panas dan aliran lahar.
PVMBG juga menetapkan radius aman sejauh 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar.
Selain mewaspadai awan panas dan guguran lava, masyarakat diimbau untuk tetap siaga terhadap potensi banjir lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai di sekitarnya.( wa/at)



