Indeks

Prabowo dan Donald Trump Dijadwalkan Teken Kesepakatan Tarif Resiprokal Akhir Januari 2026

×

Prabowo dan Donald Trump Dijadwalkan Teken Kesepakatan Tarif Resiprokal Akhir Januari 2026

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto dengan Presiden Trump
Prabowo Subianto dengan Presiden Trump

Cakrawalanews.co  – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah bersiap untuk menandatangani dokumen final kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat bersama Presiden Donald Trump.

Langkah besar ini direncanakan terlaksana segera setelah proses penyusunan draf hukum atau legal drafting selesai dilakukan. Saat ini, perundingan telah memasuki tahap akhir yang melibatkan pengecekan mendalam oleh tim negosiasi dari kedua negara yang dijadwalkan berlangsung di Washington D.C. pada 12 hingga 19 Januari 2026.

​Dalam keterangannya di Hambalang, Bogor, Prasetyo mengungkapkan harapannya agar seluruh poin kesepakatan dapat dituangkan dengan sempurna dalam draf tersebut.

Tim negosiasi akan bekerja secara mendetail untuk menyusun dokumen Agreement on Reciprocal Tariff (ART) sehingga pada akhir Januari 2026, kedua kepala negara dapat meresmikan kerja sama ini. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal proses negosiasi demi memastikan kepentingan nasional tetap terjaga selama penyusunan dokumen final.

​Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah memastikan bahwa isu-isu utama dalam dokumen ART sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Hal ini diperkuat dengan pertemuan Airlangga bersama Duta Besar Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, di Washington pada akhir Desember 2025. Pertemuan strategis tersebut menjadi kunci dalam memfinalisasi aturan terkait tarif impor sebesar 19 persen yang selama ini dikenakan oleh Pemerintah Amerika Serikat terhadap produk-produk asal Indonesia.

​Setelah tahapan legal scrubbing dan pembersihan dokumen selesai pada pekan kedua Januari, dokumen perjanjian ditargetkan rampung sepenuhnya pada pekan ketiga.

Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen untuk membuka akses pasar bagi produk Amerika Serikat, mengatasi hambatan non-tarif, serta memperkuat kerja sama di sektor perdagangan digital, teknologi, dan keamanan nasional.

Sebagai timbal balik, Amerika Serikat setuju memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan Indonesia yang tidak mereka produksi, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, dan teh.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *