Cakrawalanews.co- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah memprioritaskan penyediaan akses air bersih melalui pembangunan 569 titik sumur bor yang tersebar di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan data per Minggu, 4 Januari 2026, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko melaporkan bahwa sebanyak 249 titik telah berhasil direalisasikan, dengan rincian 236 titik sudah berfungsi aktif dan 13 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Di Provinsi Aceh, pembangunan dipusatkan pada 389 titik rencana, di mana 171 titik di antaranya telah terealisasi. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi fokus utama dengan realisasi mencapai 132 titik aktif dari target khusus sebanyak 300 titik. Selain Aceh Tamiang, sebaran pembangunan juga mencakup wilayah Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, hingga Singkil guna memastikan pemulihan fasilitas dasar bagi warga setempat.
Sementara itu, progres di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan hasil yang signifikan karena seluruh target pembangunan sebanyak 30 titik di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah telah selesai dan beroperasi sepenuhnya. Di sisi lain, untuk wilayah Sumatera Barat, Polri menargetkan 150 titik pembangunan dengan capaian saat ini sebanyak 48 titik yang tersebar di wilayah Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta beberapa kota seperti Padang Panjang, Bukittinggi, dan Solok.
Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata Polri dalam mendukung pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.
Melalui sinergi dengan berbagai pihak, Polri berkomitmen untuk mempercepat pengerjaan pada titik-titik yang tersisa agar manfaat air bersih segera dirasakan secara merata oleh masyarakat yang terdampak. ( wa/an)












