Berita UtamaCakrawala EkonomiCakrawala NasionalNasioanalPeristiwa

Menko Muhaimin Fasilitasi Liburan Jakarta bagi Santri Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny

×

Menko Muhaimin Fasilitasi Liburan Jakarta bagi Santri Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny

Sebarkan artikel ini
Santri Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo,
Santri Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo,

Cakrawalanews.co – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, memberikan perhatian khusus kepada dua santri korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Pria yang akrab disapa Cak Imin ini memfasilitasi mereka untuk menikmati masa libur sekolah di Jakarta, Sabtu (27/12).

​Langkah ini diambil sebagai upaya pemulihan trauma sekaligus memberikan motivasi kepada para santri. Muhaimin berharap, meski mengalami keterbatasan fisik akibat musibah tersebut, semangat mereka dalam mengejar cita-cita tidak luntur.

​“Ini momen libur sekolah. Saya senang bisa mengajak mereka ke Jakarta agar punya pengalaman baru dan semangat yang lebih besar untuk menatap masa depan,” ujar Muhaimin melalui keterangan resminya di Jakarta.

​Menurut Menko PM, setiap santri memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang tanpa terhalang oleh kondisi fisik. Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan mereka tidak berjuang sendirian.

​“Saya ingin mereka tetap punya mimpi besar. Keterbatasan fisik tidak boleh mematikan harapan. Mereka tidak boleh berjalan sendiri,” tegasnya.

Komitmen Jangka Panjang dan Pendidikan

Selain fasilitas liburan, Muhaimin juga menyatakan komitmennya untuk menjadikan sejumlah santri yang menjalani prosedur amputasi sebagai anak angkat. Di antaranya adalah Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana.

​Komitmen ini mencakup jaminan keberlanjutan pendidikan, pendampingan psikososial, hingga pemenuhan kebutuhan hidup dalam jangka panjang. “Ini bukan sekadar bantuan sesaat. Pendidikan mereka harus tetap berjalan dan masa depan mereka harus terjamin,” tambah Muhaimin.

​Sebagai informasi, musibah ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny terjadi pada 29 September 2025 yang mengakibatkan sejumlah santri luka-luka hingga meninggal dunia. Sebagai bentuk pemulihan infrastruktur, pemerintah telah memulai pembangunan kembali ponpes tersebut sejak 11 Desember 2025 dengan dukungan dana APBN sebesar Rp125 miliar ( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *