Cakrawalanews.co-Presiden Prabowo Subianto menerima laporan penting dari Menteri Hilirisasi dan Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, terkait perkembangan pembangunan infrastruktur bagi pengungsi di Sumatera serta fasilitas bagi jamaah haji di Arab Saudi.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Sabtu malam. Dalam kesempatan itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden secara khusus meminta pembaruan mengenai proyek 15.000 unit hunian yang dikelola oleh Danantara untuk warga terdampak di wilayah Sumatera.
Rosan melaporkan bahwa pada minggu ini terdapat 500 unit rumah yang siap memasuki tahap pembangunan. Proyek hunian tetap ini berjalan beriringan dengan penyediaan hunian sementara yang dikerjakan secara kolaboratif oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Sinergi ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial bagi para pengungsi melalui penyediaan tempat tinggal yang layak dan permanen.
Selain fokus pada isu domestik, Rosan juga memaparkan progres signifikan mengenai pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah. Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Arab Saudi berkat diplomasi langsung Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Presiden menekankan pentingnya fasilitas penginapan yang nyaman dan dekat dengan Masjidil Haram agar jamaah haji asal Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia melalui Danantara telah berhasil mengamankan aset berupa hotel dan tanah seluas lima hektare di kawasan Thakher, Mekkah.
Lokasi ini dinilai strategis karena didukung oleh infrastruktur jembatan terowongan yang menghubungkan langsung ke Masjidil Haram dengan jarak tempuh sekitar 2,5 kilometer.
Selain itu, Danantara kini tengah berpartisipasi dalam proses lelang tanah di wilayah Western Hindawiyah untuk memperluas jangkauan layanan Kampung Haji Indonesia bagi masyarakat di masa mendatang. ( wa/ar)



