Selain itu, pihaknya juga mempromosikan acara ini melalui beberapa cara diantaranya, medium promosi, mobilisasi massa, pemasangan poster baliho, flyer di sekolah, bus, kelurahan dan akan menampilkan di videotron.
“Rencana mulai dilakukan akhir bulan ini,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.
Kendati demikian, mengingat acara ini diselenggarakan pada bulan November yang mana di bulan tersebut, warga Surabaya identik dengan acara perjuangan. Maka, Wali Kota Risma, bersama OPD berkoordinasi dan mengecek kembali event di bulan november.
“Acara di bulan november bisa kita majukan atau dimundurkan, supaya acara ini dapat terlaksana dengan lancar dan mudah menata kota,” jelas wali kota yang akrab disapa Risma itu.
Ke depan, jika acara ini mendapat respon positif dari masyarakat surabaya, besar kemungkinan akan diadakan setiap tahunnya dengan inovasi-inovasi terbaru.












