Apresiasi Kemendagri dan Peningkatan Partisipasi Sekolah
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Paudah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Jatim dalam menjaga keberlanjutan pendidikan warganya. Ia menyebutkan bahwa Jawa Timur menunjukkan capaian signifikan dalam partisipasi pendidikan.
Untuk kelompok usia 7–15 tahun, partisipasi sekolah telah mencapai 100 persen, sementara usia 13–15 tahun berada pada angka 97,68 persen. Tantangan terbesar berada pada kelompok usia SMA (16–18 tahun) secara nasional yang masih berada di angka 76,44 persen.
“Kami yakin program yang diluncurkan malam ini akan berkontribusi besar bagi peningkatan angka partisipasi sekolah secara nasional, khususnya usia 16–18 tahun,” ungkapnya.
Program Bantuan Biaya Pendidikan ini merupakan bagian dari Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Cerdas, yang menekankan pemerataan akses pendidikan berkualitas dan berkeadilan. Pemprov Jatim juga menyerahkan dokumen Rencana Aksi Daerah sebagai strategi untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara. Melalui program ini, ia berharap seluruh anak di Jawa Timur dapat terus menempuh pendidikan hingga jenjang SMA/SMK sesuai kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.
“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah. Kita ingin mereka membangun cita-cita dan meraih masa depan yang sukses, barokah, dan mulia,” tutupnya. (hjr)












