Cakrawala DaerahCakrawala HankamCakrawala NewsHeadlineNasioanal

Geopolitik dan Geostrategi, Kunci Keamanan Energi Nasional

×

Geopolitik dan Geostrategi, Kunci Keamanan Energi Nasional

Sebarkan artikel ini
Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar,
Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar,

Gubernur Akmil Bekali Peserta Meeting Pertamina EP Cepu Regional 4

​Cakrawalanews.co Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayjen TNI Rano Tilaar, memaparkan materi penting mengenai Geopolitik dan Geostrategi kepada peserta Meeting Pertamina EP Cepu Regional 4 Divisi Security. Kegiatan pembekalan ini diselenggarakan di Gedung Leo Kailola, Akademi Militer, pada tanggal 9 Desember 2025.

​Pemberian materi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para personel keamanan Pertamina EP Cepu terhadap dinamika lingkungan strategis global, serta implikasinya yang mendalam bagi keamanan nasional dan keberlanjutan sektor energi sebagai objek vital nasional.

​Dalam pemaparannya, Mayjen TNI Rano Tilaar menjelaskan bahwa geopolitik adalah kombinasi antara faktor geografi dan politik yang menentukan posisi strategis suatu negara di mata dunia. Ia menekankan filosofi hubungan antarnegara: tidak ada kawan atau lawan yang permanen, yang kekal hanyalah kepentingan nasional. Oleh karena itu, kemampuan menyusun geostrategi—sebagai upaya antisipasi terhadap potensi ancaman dan persaingan global—mutlak diperlukan.

​Gubernur Akmil juga menguraikan sejumlah contoh dinamika geopolitik terkini, termasuk isu perebutan sumber daya energi, konflik kawasan, dan pergeseran peta kekuatan global yang memengaruhi stabilitas regional. Secara spesifik, ia menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara dua benua dan dua samudra. Posisi ini menjadikan Indonesia memiliki Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang krusial sebagai jalur perdagangan utama dunia.

​“Letak geografis Indonesia sangat strategis sekaligus rawan. Kondisi ini menuntut seluruh komponen bangsa, termasuk sektor energi dan keamanan, harus memiliki pemahaman geopolitik yang kuat agar mampu menjaga stabilitas nasional serta kedaulatan negara,” tegasnya.

​Selain tantangan eksternal, Mayjen Rano Tilaar juga mengingatkan bahwa keberagaman Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) di Indonesia adalah kekuatan sekaligus potensi kerawanan jika tidak dikelola dengan bijak. Untuk itu, penguatan wawasan kebangsaan dan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam merawat persatuan nasional.

​Di akhir sesi, Mayjen TNI Rano Tilaar berpesan kepada peserta Divisi Security Pertamina EP Cepu Regional 4 agar terus meningkatkan kapasitas diri dalam memahami perkembangan geopolitik dan geostrategi. Wawasan yang memadai ini adalah bekal esensial untuk menjalankan tugas pengamanan objek vital nasional di sektor energi di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus bergerak. (Tgh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *