Cakrawalanews.co- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat layanan kesehatan dan bekerja sama dengan relawan serta pemerintah daerah untuk menangani korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri berkomitmen hadir hingga titik terdampak terakhir, bergerak melampaui hambatan medan yang sulit.
“Setiap menit sangat berarti bagi penyelamatan warga. Polri berpacu dengan waktu karena korban luka terus berdatangan dan risiko penyakit pasca-banjir mulai meningkat,” ujar Trunoyudo.
Polri telah mengirimkan Tim Kesehatan dari Pusdokkes Polri, termasuk tim medis Biddokkes dan RS Bhayangkara Jambi, yang kini disebar ke tiga lokasi bencana. Kehadiran mereka penting untuk memperkuat layanan kesehatan di tengah meningkatnya korban luka, serta mengantisipasi penyakit pasca-banjir seperti diare, ISPA, infeksi kulit, dan gangguan lambung yang mulai muncul di pos-pos pengungsian.
Total 12.242 warga telah mendapatkan pelayanan dalam bakti kesehatan Polri di tiga provinsi tersebut. Lonjakan pasien menunjukkan mendesaknya kebutuhan medis pasca-banjir dan longsor. Berbagai penyakit yang banyak ditemui antara lain diare, influenza, demam, dan hipertensi.
Rincian Penanganan di Tiga Provinsi:
Aceh: Tercatat 2.481 jiwa menjadi korban, dengan korban meninggal dunia mencapai 356 jiwa (tertinggi).



