Cak Yebe juga mengimbau warga Surabaya agar tidak memaksakan diri bepergian ke lokasi yang berisiko tinggi hanya demi merayakan pergantian tahun. Keselamatan warga, menurut dia, harus menjadi prioritas utama.
“Sebaiknya warga tidak bepergian untuk merayakan pergantian tahun di tempat-tempat yang berpotensi rawan bencana, karena keselamatan jauh lebih penting bagi kita semua,” tutur Cak Yebe.
Menurut Cak Yebe, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif warga di lingkungan masing-masing. Soliditas kampung dinilainya dapat mempercepat penanganan ketika situasi darurat muncul.
“Kekuatan Surabaya ada pada kampungnya, sehingga ketika hujan deras atau potensi banjir muncul, warga bisa saling menjaga, saling mengingatkan, dan bergerak bersama sebelum kondisi memburuk,” kata dia.
Cak Yebe juga mengingatkan dampak lanjutan cuaca ekstrem seperti pohon tumbang, gangguan listrik, hingga terganggunya akses jalan dan layanan publik. Antisipasi terhadap risiko-risiko tersebut perlu disiapkan sejak awal.












