Jalan Lintas Sumatera Diblokade Massa Bayaran Caleg PDIP

Mei 7, 2019
0

Muratara, Cakrawalanews.co – Calon anggota legislatif (Caleg) dari PDIP, Aulani Matcik menggerakkan massa untuk memblokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di Muratara sejak tadi malam. Massa menawarkan 3 syarat agar jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Muratara dibuka dari blokade. Tiga syarat tersebut antara lain penghitungan ulang surat suara, amankan orang yang membuat keributan saat penghitungan suara dan semua keputusan harus berdasarkan kesepakatan bersama.

Aulani mengatakan, syarat pertama agar blokade dibuka adalah meminta KPU dan Bawaslu menjalankan penghitungan ulang surat suara yang saat ini sedang berlangsung sesuai dengan keputusan bersama antara para caleg, dengan pihak KPU, Bawaslu, dengan disaksiakan kepolisan, TNI dan bupati Muratara.

“Sudah disepakati bahwa penghitungan ulang dilakukan dengan membuka per lembar surat suara, bukan dengan membacakan C1 yang saat ini dilakukan di KPU,” kata Aulani Matcik.

Syarat kedua adalah meminta pihak berwajib mendatangkan orang yang melakukan keributan saat berlangsung proses hitung ulang di KPU pada Minggu (5/5/2019) malam lalu.

“Hadirkan siapa yang membuat kericuhan, kami ingin mengetahui siapa dalang yang menjadi alasan keributan,” tegasnya.

Lalu syarat letiga adalah pihaknya meminta KPU dan Bawaslu tidak melaksanakan keputusan tanpa dengan kesepakatan bersama.
“Pihak penyelenggara jangan ambil keputusan tanpa adanya kesepakatan runding bersama,” pintanya.

Pantauan di lapangan, massa tidak akan memberi jalan setiap kendaraan roda empat yang akan melintas. Massa juga mengancam bila tuntutannya tidak dihiraukan, maka massa akan bergerak ke kantor KPU. Tiga aksi blokade Aksi blokade jalan Lintas Sumatera itu sudah dilakukan hingga 3 kali oleh oknum calon legislatif (caleg) bersama pendukungnya.

Aksi pertama dilakukan oleh 10 oknum caleg dari 10 partai politik (parpol) dengan memblokade Jalinsum di Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit. Aksi blokade jalinsum kedua terjadi di Desa Maur Baru. Aksi ketiga kali ini terjadi di Desa Batu Gajah Baru, Kecamatan Rupit.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *