LZ balita penderita cerebral palsy akan jalani fisioterapi yang difasilitasi Pemkot Surabaya

oleh -138 Dilihat
Ketua TPKK Rini Indrayani bersama kadinsos surabaya saat berkunjung kerumah balita penderita kelumpuhan otak
Ketua TPKK Rini Indrayani bersama kadinsos surabaya saat berkunjung kerumah balita penderita kelumpuhan otak

Surabaya, cakrawalanews.co – LZ , balita penderita cerebral palsy (lumpuh otak) di kawasan Jalan Kebraon Praja, Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Kamis (29/9/2022) mebdapat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani. Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani hadir memberikan support kepada keluarga balita usia 4 tahun tersebut.

Menurut keterangan dari nenek LZ, Isnanik, menjelaskan, cucu keduanya itu mengalami kelumpuhan otak sejak lahir. Namun, baru diketahui gejalanya sejak LZ berusia 6 bulan setelah lahir. “Karena waktu itu lahir prematur, jadi baru ketahuan enam bulan kemudian. Saat itu perkembangannya juga lambat tidak seperti bayi pada umumnya,” kata perempuan 55 tahun tersebut.

Isnanik juga menerangkan, karena pertumbuhannya lambat, LZ sempat diperiksakan ke dokter. Setelah itu disarankan agar cucunya itu dilakukan terapi agar LZ lekas pulih. Namun setelah menjalani beberapa kali terapi, balita malang tersebut tak kunjung ada perubahan.

“Biasanya, meskipun balita lahir prematur kan pertumbuhannya bisa normal seperti anak pada umumnya. Tapi kok ini (LZ) sampai sekarang tidak,” terangnya.

Sementara ini, lanjut dia, LZ dirawat oleh ibu kandung dan dirinya di rumah. Rencananya, LZ juga akan menjalani fisioterapi yang difasilitasi oleh Pemkot Surabaya. “Kami matur nuwun sanget (terima kasih banyak) kepada pemkot telah membantu kami. Tadi juga mendapat bantuan stroller, susu dan sembako,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani mengatakan, di kesempatan ini juga memberi bantuan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kepada adik LZ, yakni AM.

“Karena kan adik (AM) ini lambat berbicara dan kurang berinteraksi dengan dunia luar, oleh karena itu kami fasilitasi pendidikan agar anak ini dapat berkembangan baik,” kata Rini.

Selain itu, LZ juga difasilitasi transportasi oleh pemkot melalui Kecamatan Karangpilang untuk antar jemput ketika menjalani pengobatan fisioterapi. Apabila keluarga LZ berhalangan untuk mengantar, maka dokter akan didatangkan ke rumahnya.

Rini mengapresiasi Dinsos Surabaya, Kecamatan dan Kelurahan serta Kader Surabaya Hebat (KSH) Karangpilang telah bergerak cepat berkolaborasi menangani balita LZ.

“Ini sinergi yang luar biasa, kami harap hal ini bisa berkelanjutan ketika ada warga yang membutuhkan atau kesusahan. Semoga adik LZ dan AM bisa berkembang lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.