Fenomena Tawuran di Surabaya Meningkat. Herlina : Surabaya Darurat Gangster

oleh -5 Dilihat
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsononyoto
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsononyoto
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsononyoto
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto

Surabaya, cakrawalanews.co – Meningkatnya aksi tawuran antar kelompok remaja di kota Surabaya belakangan ini menjadi keprihatinan serius dari kalangan DPRD.

Bahkan para legislatif menilai bahwa Surabaya saat ini tengah mengalami darurat gangster.

“ Ini sangat menghawatirkan dimana kota Surabaya ini seblumnya aman kini menjadi sangat rawan dimalam hari. Sehingga ada opini yang meyebutkan bahwa Surabaya saat ini sedang darurat gangster,” kata Herlina Harsono Njoto anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Selasa (12/04/2022).

Politisi Demokrat Ini melihat bahwa dimasyarakat saat ini tengah terjadi adanya peralihan kebiasaan dimana sebelumnya dibatasi oleh pandemi kini sudah mengarah kearah normal.

“ Kita melihat saat ini memasuki bulan Ramadan yang kearah normal masyarakat Surabaya perlu adaptasi kembali dengan pola-pola sosial dalam bermasyarakat,” paparnya.

Politisi yang memiliki baground pendidikan Psikologi ini menambahkan bahwa dalam arah peralihan tersebut dapat berupa sesuatu yang negatif.

“ Dalam hal ini ada yang mengarah kepada kenakalan remaja ada yang sebenarnya berangkatnya dari hal yang biasa yakni bersenda-gurau yang kemudian keblabasan,” ungkapnya.

Oleh karena itu kata Herlina, ini menjadi sebuah warning serius yang harus diperhatikan oleh pemerintah kota Surabaya.

“ Hal ini harus diwaspadai karena ini akan menular keremaja yang lainnya. Selain itu saat ini bahkan menjadi alarm kuning hampir ke merah,” ulasnya.

Herlina kembali menegaskan dalam mengatasi ini butuh gotong royong dari masyarakat dan aparat untuk menanggulangi ini.  Aparat pemerintah seperti Linmas, Satpol PP, kepolisian dan TNI turut memperkuat dengan melakukan razia di kawasan yang potensial terjadi tawuran.

“Misalnya dikawasan yang sepi atau malah ramai. Kalau sepi memang ada niat tawuran, kalau ramai ketika terjadi interaksi kadang-kadang tidak terpantau,” jelasnya.

Kemudian perlu dilakukan sosialisasi ditingkat RT maupun RW dimana aspek psiko sosial terhadap mereka ini perlu diasah, dan ini juga bisa dilakukan ditingkat sekolah, dan melakukan kontrol sosial.

“ Sebagai salah satu solusi adalah pengkondisian budaya-budaya berkumpul yang sudah mulai muncul dengan kegiatan ronda dan lain sebagainya” pintanya.

Sekedar diketahui, beberapa hari ini marak terjadi aksi tawuran yang melibatkan pemuda yang disinyali masih berstatus pelajar di Surabaya. Kabar terbaru, aksi tawuran  melibatkan puluhan pemuda terjadi di Jalan Ngaglik, Simokerto, pada Selasa menjelang subuh (12/4/2022). Sejumlah pelaku diduga membawa senjata tajam.

Insiden ini menambah daftar panjang, kasus tawuran yang sebelumnya terjadi di kawasan Jl.Tambak Asri, pada pekan lalu. Yang menimbulkan seorang korban luka.(hadi)