“ Kita melihat saat ini memasuki bulan Ramadan yang kearah normal masyarakat Surabaya perlu adaptasi kembali dengan pola-pola sosial dalam bermasyarakat,” paparnya.
Politisi yang memiliki baground pendidikan Psikologi ini menambahkan bahwa dalam arah peralihan tersebut dapat berupa sesuatu yang negatif.
“ Dalam hal ini ada yang mengarah kepada kenakalan remaja ada yang sebenarnya berangkatnya dari hal yang biasa yakni bersenda-gurau yang kemudian keblabasan,” ungkapnya.
Oleh karena itu kata Herlina, ini menjadi sebuah warning serius yang harus diperhatikan oleh pemerintah kota Surabaya.
“ Hal ini harus diwaspadai karena ini akan menular keremaja yang lainnya. Selain itu saat ini bahkan menjadi alarm kuning hampir ke merah,” ulasnya.












