Dukung optimalisi pendampingan anak stunting

oleh -44 Dilihat

Surabaya, cakrawalanews.co – Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Sedunia, anggota DPRD Kota Surabaya Abdul Ghoni Muklas Niam, bersama OPD dan pemuda Bulak memberikan bantuan kepada 17 anak stunting di Kecamatan Bulak dan Kecamatan Mulyorejo pada Minggu (20/11/2022).

Sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemkot Surabaya. Bantuan tersebut berupa pemenuhan gizi dan asupan makanan seimbang, untuk menunjang pertumbuhan anak.

“Nanti kita akan coba berkoordinasi dengan teman-teman KSH (Kader Surabaya Hebat), agar selalu bergerak. Karena sejauh ini saya baru mendapat keluhan-keluhan seperti itu. Paling tidak kita akan coba support kekurangannya seperti apa, dan mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan kehidupan mereka agar lebih layak lagi.” ujar Ghoni.

Sementara itu, Fadilah Kader Surabaya Sehat Bulak mengatakan, penyebab stunting atau gagal pertumbuhan disebabkan kurang asupan gizi saat dikandungan, jeleknya sanitasi dirumah, dan kurangnya metabolisme dalam diri anak. Orang hamil 1000 hari pertama gizinya harus terpenuhi. Apabila gizi sudah terpenuhi maka akan kelihatan kondisi bayi yang dilahirkan. Pendampingan untuk anak stunting sekali dalam sebulan.

“Pemerintah berkontribusi dalam penanganan stunting dengan memberikan bantuan permakanan, makanan tambahan (biskuit dan susu). Stunting tidak ada pengobatan cuman ada pemantauan saja, tidak lupa dengan pola makan anak, pola didik orang tua, dan perbaikan sanitasi yang ada dirumah,” imbuhnya.

Lebih lanjut kata Fadilah, pendampingan terhadap anak stunting, dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) sekali dalam sebulan, begitu pula dengan posyandu. Jadi satu bulan terdapat 2 pendampingan untuk anak stunting memberikan edukasi pola makan dan pola didik orang tua serta menimbang berat badan anak dan mengukur tinggi badan anak.

“Anak stunting saat di posyandu dibedakan pada siang hari karena ada pengecekan khusus untuk anak stunting dan tidak lupa diberi bantuan sehingga untuk mengatasi stunting yaitu dengan pemenuhan gizi dari ibu karena anak stunting rata-rata dari keluarga menengah kebawah,” terangnya.

Selain itu, menurut Fadila perbaikan sanitasi juga diperlukan, memperhatikan air yang digunakan seperti air minumnya dan air yang digunakan setiap hari.

Fadila menambahkan, masih ada anak stunting tapi tidak masuk data karena tidak terdaftar MBR. Sehingga ada beberapa anak stunting yang diberhentikan permakanannya, karena sudah tidak terdaftar MBR.

“Ada beberapa anak yang pra stunting masih bisa dicegah maka dari itu tidak masuk kedalam data anak stunting,” pungkasnya.