Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyebut rendahnya harga komoditas khususnya batubara telah menekan produktivitas industri pertambangan di Indonesia selama semester I 2015.
Jika pada kuartal I, angka minusnya baru mencapai 1,23 persen maka pada kuartal II BPS mencatat terjadi minus 5,87 persen di industri tersebut.













