“Selain karena ada larangan ekspor ore (mineral mentah) dan juga kewajiban pembangunan smelter, ini akibat dampak harga yang rendah,” ujar Suryamin di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8).
Kendati PT Freeport Indonesia telah memperoleh izin untuk kembali melakukan ekspor, Suryamin memprediksi pada kuartal III sektor pertambangan dan penggalian dinilai belum bisa banyak bergerak dari level stagnan.
Pasalnya pembangunan smelter dalam negeri masih minim realisasi. Padahal, lanjut Suryamin, dari proyek pembangunan smelter itu diharap akan ada penyerapan tenaga kerja yang banyak.













