Gresik, Cakrawalanews.co – Petrokimia Gresik mendorong peningkatan produktivitas, kualitas hasil, serta kesejahteraan bagi para petani melon di wilayah Pantura Jawa Timur melalui program Pestani dengan rata-rata kenaikan produksi hingga 10 persen dari kondisi normal.
“Inovasi, disiplin budidaya, serta penggunaan pupuk yang tepat mampu menghasilkan melon berkualitas dengan ukuran besar dan rasa optimal,” kata Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo dalam keterangan resmi yang diterima di Gresik, Jawa Timur, Rabu, 8 April 2026.
Program Pestani merupakan inisiatif pendampingan dan kompetisi budidaya hortikultura untuk mendorong penerapan praktik pertanian yang tepat guna, mulai dari penggunaan pupuk berimbang, perawatan tanaman, hingga pengendalian hama secara efektif guna meningkatkan hasil dan kualitas panen.
Adityo menjelaskan program tersebut diikuti 210 petani dari Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, dan Gresik dengan konsep kompetisi budidaya sejak penanaman hingga panen.
Dalam program tersebut, petani mendapat dukungan sarana produksi pertanian antara lain pupuk Phonska Lite, K-Plus, Phonska Cair, Phosgreen, ZA Plus, dan Petro Biofertil.
Adityo menambahkan bahwa produktivitas melon para petani melalui program tersebut meningkat dari rata-rata 18 ton menjadi 20 ton per hektare dengan pendapatan petani mencapai rata-rata Rp22 juta per siklus budidaya.
Adityo berharap praktik budidaya yang diterapkan peserta dapat direplikasi oleh petani lain agar manfaat program semakin luas dan berkelanjutan.
Dalam Panen Raya dan Apresiasi Pestani Melon Pantura yang digelar di Tuban, Selasa, 7 April 2026, pihak perusahaan bersama para petani membagikan 540 kilogram melon kepada masyarakat.
Juara pertama Pestani Melon Pantura, Suhartoyo, mengatakan penggunaan produk Petrokimia Gresik membantu meningkatkan hasil dan kualitas panen meski dihadapkan pada cuaca ekstrem.
“Pertumbuhan melon lebih baik dibanding musim sebelumnya dengan kondisi cuaca yang sama,” katanya.(wa/ar)












