Kediri, Cakrawalanews.co — Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menerima bantuan sebanyak 36 unit truk dari pemerintah pusat yang dialokasikan sebagai kendaraan operasional bagi 36 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah tersebut.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengemukakan bahwa kendaraan operasional tersebut disalurkan ke semua KDMP, di mana untuk tahap awal terdapat 36 unit truk yang sudah tiba dan diperuntukkan bagi 36 KDMP.
“Kendaraan operasional ini nantinya bakal disalurkan ke KDMP,” kata Hanindhito usai acara penyerahan kendaraan operasional KDMP secara simbolis di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri pada hari Senin, 6 April 2026.
Hanindhito mengungkapkan bahwa di Kabupaten Kediri saat ini sudah terdapat 97 gerai KDMP yang proses pembangunannya telah selesai 100 persen, namun karena total terdapat 344 desa dan kelurahan di kabupaten ini, maka sisanya masih dalam proses pembangunan.
Bantuan truk tersebut bertujuan untuk memperkuat rantai pasok logistik serta distribusi hasil bumi dari desa, di mana program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghidupkan ekonomi rakyat melalui penguatan koperasi di tingkat desa atau kelurahan.
“Bagi saya ini bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling lama bertahan mengelola koperasi karena mereka harus bisa memilah setiap potensi desa sesuai dengan fokus masing-masing,” kata Hanindhito.
Sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dari Menteri Koperasi Nomor 1 tahun 2025, terdapat beberapa sektor yang bisa dijalankan oleh KDMP, di antaranya membuka gerai bahan pokok atau perdagangan, gerai obat murah atau apotek desa, outlet kantor koperasi, outlet usaha simpan pinjam, outlet klinik desa, outlet cold storage, logistik, maupun usaha lain sesuai dengan kebutuhan anggota dan potensi desa.
Mas Dhito, sapaan akrabnya, mencontohkan bahwa untuk desa yang memiliki potensi komoditas pertanian nanas, diharapkan produk yang dijual nantinya sudah dalam bentuk nanas olahan untuk memberikan nilai tambah.
Hanindhito menambahkan bahwa diversifikasi produk selama ini terus didorong guna memperluas jangkauan pasar sekaligus menggerakkan para pelaku UMKM di tingkat desa.
“Tidak menutup kemungkinan kami akan menguatkan agar UMKM naik kelas, supaya dapat menekan tingkat pengangguran terbuka,” kata Mas Dhito.(wa/ar)



