Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

ASDP Matangkan Skenario Operasional Kapal Jelang Arus Balik Lebaran 2026

×

ASDP Matangkan Skenario Operasional Kapal Jelang Arus Balik Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry

Banyuwangi, Cakrawalanews.co – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi telah mempersiapkan berbagai skenario operasional kapal feri di penyeberangan lintas Ketapang (Banyuwangi) menuju Gilimanuk (Bali) guna menghadapi arus balik Lebaran 2026 melalui koordinasi intensif lintas instansi terkait pada hari Selasa, 24 Maret 2026.

“Kami memastikan seluruh langkah operasional dilakukan secara terukur, adaptif dan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama,” kata Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano di Banyuwangi, Jawa Timur, pada hari Selasa, 24 Maret 2026 tersebut.

Di tengah dinamika peningkatan trafik penyeberangan, Yossianis Marciano melanjutkan bahwa ASDP terus memperkuat langkah antisipatif guna memastikan arus balik Ketapang-Gilimanuk tetap lancar, aman, dan terkendali.

Yossianis Marciano memaparkan dalam kondisi normal penyeberangan di Selat Bali itu diharapkan berjalan lancar, dan apabila terjadi lonjakan kendaraan maupun cuaca ekstrem, maka langkah mitigasi akan segera diimplementasikan secara cepat dan terkoordinasi.

Sementara dalam skenario sangat padat, khususnya saat volume kendaraan di kantong parkir Pelabuhan Ketapang mencapai 972 unit mobil, ASDP bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan kepolisian akan menerapkan pola tiba bongkar berangkat (TBB).

“Skema TBB ini memungkinkan kapal langsung kembali beroperasi tanpa memuat dari Pelabuhan Gilimanuk, sehingga mempercepat penguraian antrean (di Ketapang),” ujar Yossianis Marciano.

Menurut Yossianis Marciano, ASDP juga mengoptimalkan armada kapal berkapasitas besar seperti KMP Portlink VII milik ASDP dan KMP Liputan XII milik PT Segara Luas Samudra Abadi (SLSA) guna mempercepat proses bongkar muat.

“Seluruh langkah mitigasi telah disiapkan secara terukur dan siap dijalankan kapan pun diperlukan,” ucap Yossianis Marciano.

Dalam kesempatan itu, Yossianis Marciano juga mengimbau pengguna jasa untuk mengatur waktu perjalanan pada arus balik Lebaran 2026 untuk menghindari antrean panjang.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk menghindari perjalanan pada puncak arus balik yang diprediksi akan terjadi pada tanggal 26-29 Maret 2026,” kata Yossianis Marciano.

Yossianis Marciano menambahkan, sebagai bagian dari manajemen lalu lintas terpadu, ASDP juga telah menyediakan buffer zone di Grand Watudodol dan Bulusan dengan kapasitas sekitar 900 kendaraan untuk mobil pribadi dan bus.

Sedangkan kendaraan logistik diarahkan ke Terminal Sritanjung, PT Pusri dan Pelindo Tanjung Wangi dengan kapasitas sekitar 600 unit kendaraan.

“Keberadaan buffer zone ini menjadi kunci menjaga distribusi kendaraan tetap terkendali sebelum memasuki pelabuhan, sekaligus sebagai langkah mitigasi saat kondisi darurat,” kata Yossianis Marciano.

ASDP mempersiapkan 55 unit kapal siap beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk dengan produksi kapal harian sekitar 28-32 unit kapal, di mana pengoperasian kapal harian ditentukan dari pola operasi mulai normal, padat, hingga sangat padat.

Pengguna jasa diimbau pula membeli tiket melalui aplikasi Ferizy atau website resmi sejak jauh hari karena tiket sudah bisa dibeli sejak 60 hari sebelum keberangkatan demi membantu mencegah kepadatan di pelabuhan.(wan/an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *