Cakrawala DaerahCakrawala EkonomiCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Pemkab Probolinggo Ajukan Tambahan 100 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg ke Pertamina

×

Pemkab Probolinggo Ajukan Tambahan 100 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg ke Pertamina

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Elpiji
Ilustrasi Elpiji

Probolinggo, Cakrawalanews.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, secara resmi mengajukan tambahan pasokan sebanyak 100 ribu tabung elpiji 3 kg kepada PT Pertamina (Persero) sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam sejak pertengahan bulan terkait potensi gangguan distribusi, termasuk mencermati dampak isu global seperti konflik perang yang sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Sejak awal kami sudah mengkaji lebih jauh, terutama terkait isu perang dan sebagainya. Di awal sempat terjadi panic buying karena pengaruh pemberitaan,” kata Mohammad Haris di Kota Probolinggo pada hari Selasa, 25 Maret 2026.

Mohammad Haris memaparkan bahwa kondisi distribusi sebenarnya sempat berangsur normal setelah adanya pengiriman tambahan dari Pertamina pada tanggal 19-20 Maret 2026, namun menjelang hari raya Lebaran kembali muncul fenomena panic buying di sejumlah titik wilayah.

“Menjelang Lebaran, terjadi lagi panic buying. Ada masyarakat yang membeli dua kali, setelah beli, kemudian beli lagi,” kata Mohammad Haris.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Pemkab Probolinggo mengambil langkah cepat dengan mengajukan penambahan kuota sebanyak 100 ribu tabung yang diharapkan mampu menjamin ketersediaan stok hingga beberapa hari pasca-Lebaran.

“Kami sudah mengajukan tambahan 100 ribu tabung elpiji kepada Pertamina. Semoga itu direspons dengan baik untuk memastikan ketersediaan hingga H+6 Lebaran,” kata Mohammad Haris.

Lebih lanjut, Mohammad Haris menilai bahwa peningkatan permintaan elpiji saat ini tidak hanya dipicu oleh momentum hari besar keagamaan semata, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor psikologis massa akibat isu-isu global yang berkembang belakangan ini.

“Fenomena itu dipicu oleh isu perang dan juga momentum Lebaran. Kami berupaya agar ke depan distribusi tetap terjaga dengan baik, khususnya di Kabupaten Probolinggo karena masyarakat sangat membutuhkan,” kata Mohammad Haris.(wan/an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *