KEDIRI, Cakrawalanews.co – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan dan kesehatan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2026 mengemukakan bahwa isu strategis di tahun tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, lingkungan, serta kota berkelanjutan. Selain itu, pemantapan tata kelola pemerintahan, transformasi ekonomi, dan penguatan investasi juga menjadi poin penting yang dibahas.
Layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan ini menjadi prioritas utama pemerintah karena sektor tersebut dinilai sangat membantu dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara signifikan. Vinanda Prameswati mengatakan, “Layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan ini menjadi prioritas utama kami karena pendidikan dan kesehatan ini membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.”
Vinanda Prameswati menjelaskan bahwa pada dasarnya program prioritas dari tingkat pusat, provinsi, hingga daerah memiliki keselarasan, yakni pada bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta sarana dan prasarana. Hal ini bertujuan agar setiap tingkatan pemerintahan dapat saling mendukung satu sama lain dalam mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan.
Rancangan tema RKPD tahun 2027 sendiri diarahkan pada penguatan layanan dasar dan akselerasi transformasi pembangunan melalui inovasi, SDM, dan infrastruktur demi memperkuat daya tarik kota.
Terdapat tujuh prioritas utama pembangunan Kota Kediri, mulai dari penguatan layanan dasar untuk SDM, penguatan kerukunan sosial dan budaya lokal, hingga optimalisasi infrastruktur kota yang berkualitas dan berkelanjutan.
Prioritas selanjutnya mencakup peningkatan kualitas lingkungan hidup serta perbaikan birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang responsif dan inovatif.
Pemerintah juga fokus pada penguatan pemberdayaan kelurahan, ekonomi kerakyatan, ekosistem pariwisata, serta upaya penurunan angka kemiskinan dan peningkatan perlindungan sosial bagi masyarakat.
Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali ini juga mengungkapkan bahwa terkait sektor fiskal, perencanaan yang telah disusun harus benar-benar menyasar aspek prioritas.
Meskipun pendidikan dan kesehatan menempati urutan teratas, bidang lain seperti infrastruktur dipastikan tidak akan dikesampingkan dalam pelaksanaan pembangunan kedepan.
Untuk menyiasati keterbatasan anggaran, pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian dan kolaborasi dengan pihak provinsi, pusat, maupun sektor swasta. Vinanda Prameswati berujar, “Kami akan menyesuaikan dan berkolaborasi dengan provinsi maupun pusat agar yang tidak bisa dibackup APBD bisa dibantu provinsi maupun pusat dan swasta. Kalau pemerintah sendiri tidak akan bisa kita harus bersama-sama.”
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula capaian pertumbuhan ekonomi Kota Kediri yang pada tahun 2025 tercatat sebesar 1,74 persen. Angka ini perlu dicermati secara mendalam mengingat struktur ekonomi kota memiliki karakteristik unik, terutama dengan besarnya kontribusi dari sektor industri pengolahan.
Namun, jika sektor industri pengolahan tidak dimasukkan dalam perhitungan, gambaran pertumbuhan ekonomi menunjukkan dinamika yang berbeda dan cenderung positif. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi tanpa industri pengolahan mencapai 5,09 persen, dan pada tahun 2025 angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 7,33 persen.(wan/an)













