Cakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali dalam Sehari, Warga Diminta Waspada Radius Bahaya

×

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali dalam Sehari, Warga Diminta Waspada Radius Bahaya

Sebarkan artikel ini
Semburan Abu vulkanik Semeru
Semburan Abu vulkanik Semeru

Cakrawalanews.co-  Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami empat kali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 600 meter di atas puncak pada hari Kamis.

Peristiwa erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 00.27 WIB dengan kondisi visual letusan yang tidak teramati, kemudian disusul erupsi kedua pada pukul 00.31 WIB yang juga menunjukkan kondisi visual serupa.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang pada hari Kamis menyatakan bahwa Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 05.28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Liswanto menyebutkan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang bergerak ke arah utara.

Hanya berselang 18 menit kemudian, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali mengalami erupsi untuk keempat kalinya pada pukul 05.46 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau 3.976 mdpl.

Kolom abu pada erupsi keempat ini teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang juga mengarah ke utara.

Liswanto menjelaskan bahwa saat ini Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi penting bagi keselamatan warga.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, terutama dalam jarak sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi di puncak gunung.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Liswanto menegaskan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena wilayah tersebut sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Kewaspadaan ini terutama ditekankan di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.( wa/an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *