Cakrawalanews.co-Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meningkatkan kapasitas produksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mojolagres menjadi 300 liter per detik guna memperluas jangkauan layanan air bersih bagi sekitar 100 ribu jiwa.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa,menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena tingginya kebutuhan masyarakat di wilayah yang dilalui oleh aliran SPAM tersebut. Saat meresmikan instalasi pengolahan air (IPA) tambahan di Unit SPAM Mojolagres Losari Barat, Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto pada Jumat, 27 Februari 2026, Khofifah mengatakan, “Kita merasa bahwa kebutuhan masyarakat yang bisa dilalui oleh SPAM Mojolagres ini khususnya cukup tinggi. Oleh karena itu, tahun 2025 kemarin diinisiasi untuk menambah kapasitas dengan tambahan 100 liter per detik, dari eksisting 200, berarti bisa 300 liter per detik.”
Peningkatan kapasitas ini merupakan respons nyata atas besarnya permintaan air bersih di wilayah layanan yang mencakup Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik. Pembangunan SPAM Regional Mojolagres sendiri telah melewati proses panjang sejak tahun 2012 melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pada tahap awal, Kementerian Pekerjaan Umum membangun infrastruktur dasar seperti intake dan IPA berkapasitas 50 liter per detik, sementara Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun jaringan distribusi utama. Pembangunan terus berlanjut hingga kini total kapasitas mencapai 300 liter per detik. Terkait jangkauan layanan, Khofifah menambahkan, “SPAM untuk regional Mojolagres ini, dari yang dilalui ini ada Mojokerto, ada Lamongan, ada Gresik. Kalau sekarang bisa memberikan layanan ke kira-kira setara 100 ribu jiwa penduduk, kita merasa bahwa kebutuhan masyarakat yang bisa dilalui oleh SPAM Mojolagres ini khususnya cukup tinggi.”
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa akses air bersih adalah fondasi utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mendukung penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia berharap fasilitas ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga. “Harapan kita bahwa PHBS itu akan makin ter-support. Karena pada dasarnya kehidupan yang sehat ini bisa menjadi pondasi untuk bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara umum,” ujarnya. Dalam operasionalnya, instalasi ini dikelola oleh PT Air Bersih, sedangkan pendistribusiannya dilakukan oleh PDAM di masing-masing kabupaten. Khofifah pun berpesan, “Saya mohon kepada masyarakat untuk menjaga fasilitas air bersih yang kita miliki ini. Ini dari PT AB nanti, PT AB akan mengelola, tapi kemudian pendistribusiannya oleh PDAM Mojokerto, PDAM Lamongan dan PDAM Gresik.”
Selain meresmikan fasilitas air bersih, pada hari yang sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan 400 drum aspal kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk pemeliharaan jalan. Bantuan ini dimaksudkan untuk membantu daerah yang anggaran pendapatannya tidak mencukupi untuk perbaikan infrastruktur jalan. Khofifah menjelaskan, “Daerah-daerah juga ingin memperbaiki jalannya, tapi dari yang mengalami kerusakan itu tidak nutut (sampai) APBD-nya. Begitu juga pemprov, maka kita support aspal. Nah, proses pengerjaannya, biaya tukang, itu oleh kabupaten/kota. Ini sudah lebih separuh kabupaten/kota yang kita support dengan aspal dari pemprov.”
Menanggapi berbagai bantuan tersebut, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan apresiasi yang mendalam karena dukungan ini memperkuat infrastruktur dasar di wilayahnya, terutama untuk Kecamatan Gedeg, Jetis, Kemlagi, dan Dawarblandong. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Gubernur Jawa Timur atas hubungan pembangunan infrastruktur ini. Ke depan IPA SPAM Mojolagres akan kami koordinasikan bersama PDAM agar pelayanan air bersih dapat optimal,” pungkasnya.( wa/ar)












