Cakrawalanews.co-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi mengubah wajah kawasan kumuh di Desa Kepuhanyar, Kabupaten Mojokerto, menjadi permukiman yang bersih dan produktif.
Langkah ini dilakukan melalui Program Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi (Permata) Jatim yang mengedepankan penataan kawasan secara menyeluruh. Saat meninjau lokasi pada Selasa, 24 Februari 2026, Khofifah menyampaikan bahwa program ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyediakan hunian yang layak dan sehat bagi warga.
Dalam keterangannya di Surabaya pada hari yang sama, Khofifah menekankan bahwa penanganan kekumuhan harus dilakukan dengan pendekatan terintegrasi, bukan sekadar parsial. “Hari ini kita menyaksikan hasil pelaksanaan Program Permata Jatim di Desa Kepuhanyar.
Ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, dan produktif bagi masyarakat,” ujar Khofifah.
Beliau juga menambahkan bahwa lingkungan yang asri akan membawa pengaruh positif pada psikologi warga, dengan menyebutkan, “Jika lingkungan bersih maka akan berdampak kepada bersih hatinya bersih pikirannya dan bersih perilakunya.”
Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Beliau berharap warga Kepuhanyar bisa konsisten menjalankan prinsip pengelolaan sampah melalui metode Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
“Saya berharap seluruh warga bisa saling menjaga lingkungan sekitar tetap bersih. Terlebih warga Kepuhanyar Mojokerto bisa menerapkan prinsip pengelolaan sampah 3R meliputi Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali) dan Recycle (Mendaur Ulang),” tuturnya.
Dengan infrastruktur yang kini lebih memadai, Khofifah optimistis kawasan ini akan memacu pertumbuhan UMKM dan menjadi investasi sosial jangka panjang. “Kita ingin masyarakat tidak hanya tinggal di lingkungan yang lebih baik, tetapi juga memiliki harapan dan kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Sejalan dengan visi tersebut, Bupati Mojokerto, M. Al Barra, menyambut baik penataan ini sebagai upaya membudayakan perilaku hidup bersih di samping pembangunan fisik. Infrastruktur seperti drainase, sanitasi, dan jalan lingkungan kini telah ditingkatkan untuk mendukung aktivitas sosial ekonomi warga. “Kami berharap rumah tidak layak huni yang masih ada bisa terselesaikan baik melalui dukungan APBN, APBD sampai CSR dari sektor swasta,” kata Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, menjelaskan bahwa proyek di Kabupaten Mojokerto ini merupakan salah satu percontohan dengan luas penanganan mencapai 10,07 hektare. Menggunakan total anggaran sebesar Rp14,354 miliar, transformasi ini diharapkan mampu memperkuat identitas lokal daerah tersebut.
“Penanganan kawasan ini diharapkan dapat mendukung dan memperkuat potensi lokal Desa Kepuhanyar yang dikenal sebagai kampung jamu,” pungkas Nyoman.( wa/at)













