Cakrawala DaerahHeadline

Pendaki Remaja yang Hilang di Kawah Ijen Ditemukan Selamat di Area Tebing

×

Pendaki Remaja yang Hilang di Kawah Ijen Ditemukan Selamat di Area Tebing

Sebarkan artikel ini
kalala.jpg
kalala.jpg

Cakrawalanews.co- SAR gabungan Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya membuahkan hasil dalam misi pencarian seorang pendaki remaja bernama Muhammad Dzikri Maulana (16) yang sempat dinyatakan hilang sejak Rabu (18/2). Warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin tersebut ditemukan dalam kondisi selamat di area tebing sekitar Taman Wisata Alam Kawah Ijen pada Kamis sore.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan pada hari kedua pencarian sekitar pukul 16.15 WIB. Meskipun dalam keadaan bernyawa, kondisi fisik remaja tersebut tampak menurun saat pertama kali ditemukan oleh petugas.

“Alhamdulillah korban ditemukan dalam keadaan selamat, namun kondisinya lemas, dan pendaki tersebut ditemukan di area tebing dengan jarak sekitar 890 meter dari lokasi hilang,” kata Oka Astawa di Banyuwangi, Kamis malam.

Segera setelah penemuan tersebut, Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi yang memakan waktu hingga pukul 17.50 WIB. Korban kemudian dibawa turun menuju Pos Paltuding dan langsung dilarikan ke Puskesmas Licin menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Oka Astawa menjelaskan bahwa operasi pencarian pada hari kedua ini cukup menantang karena terkendala cuaca, namun pihaknya mengerahkan teknologi canggih untuk mempercepat penyisiran.

“Operasi SAR hari ini dalam kondisi cuaca mendung hingga hujan ringan, namun upaya pencarian terus dimaksimalkan dengan dukungan drone thermal,” kata dia. Selain penggunaan drone thermal, tim juga dibekali dengan peralatan jungle rescue yang memadai.

Keberhasilan operasi ini merupakan buah dari kolaborasi berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi, TNI, Polri, BKSDA, BPBD, relawan, pelaku wisata, perangkat desa, hingga pihak keluarga korban yang terus memantau proses pencarian. Menutup keterangannya, Oka Astawa memberikan apresiasi sekaligus peringatan bagi para pecinta alam agar lebih berhati-hati di masa mendatang.

“Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat atas dedikasi dan kerja sama yang solid dalam operasi kemanusiaan ini. Kami juga mengimbau kepada para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan, tidak terpisah dari rombongan serta memperhatikan kondisi cuaca saat melakukan pendakian,” katanya.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *