Cakrawala DaerahCakrawala NewsHeadline

Petrokimia Gresik Pacu Produktivitas Semangka Tapal Kuda Lewat Ajang Pestani

×

Petrokimia Gresik Pacu Produktivitas Semangka Tapal Kuda Lewat Ajang Pestani

Sebarkan artikel ini
kompetisi bertajuk “Pestani Semangka Tapal Kuda”
kompetisi bertajuk “Pestani Semangka Tapal Kuda”

Cakrawalanews.co-Petrokimia Gresik secara aktif memperkuat lini budi daya dan mendorong peningkatan produktivitas petani semangka di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur, melalui kompetisi bertajuk “Pestani Semangka Tapal Kuda”.

Langkah strategis ini diambil guna merespons lonjakan permintaan buah semangka selama bulan Ramadhan, sekaligus menjadi solusi bagi petani yang tengah menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya perusahaan untuk memastikan produktivitas tetap terjaga meskipun proses tanam dilakukan di tengah musim hujan yang berisiko tinggi.

Menurut Adityo, meskipun permintaan pasar sangat tinggi saat Ramadhan, momen ini sering kali dibarengi dengan kegagalan panen di berbagai daerah akibat curah hujan yang tinggi. “Lomba itu menjadi bentuk dorongan dan motivasi agar petani semangka tetap optimistis dalam melakukan budi daya meskipun menghadapi tantangan musim hujan,” tuturnya.

Selama rangkaian perlombaan, Petrokimia Gresik memberikan pendampingan teknis yang komprehensif, mulai dari penerapan teknologi tepat guna hingga penggunaan pupuk berkualitas agar tanaman lebih tahan terhadap cuaca buruk.

Kegiatan ini melibatkan petani dari wilayah Jember, Lumajang, hingga Banyuwangi, yang mengikuti tahapan penilaian berdasarkan berat buah, tingkat kemanisan (Brix), serta dokumentasi proses budi daya. Selain kompetisi, Petrokimia juga melaksanakan demonstration plot (demplot) sebagai percontohan nyata. Hasilnya, demplot di Banyuwangi menunjukkan kualitas yang signifikan dengan tingkat kemanisan mencapai 12 Brix, melampaui standar umum yang biasanya hanya 10 Brix. Masa polinasi pun tercatat lebih cepat 2 hingga 5 hari dari biasanya, dengan hasil buah yang lebih padat.

Efektivitas program ini terlihat dari lonjakan produktivitas sebesar 34 persen pada uji demplot di wilayah Tapal Kuda. Hasil panen mencapai 63 ton per hektare, meningkat drastis dibandingkan hasil sebelumnya yang hanya sebesar 47 ton per hektare di tengah cuaca ekstrem. Adityo menambahkan bahwa pangsa pasar petani di wilayah ini mencakup kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, hingga pengiriman ke Bali untuk ukuran tertentu. “Dengan hasil yang maksimal, pendapatan petani di momen Ramadhan itu tentu semakin besar lagi,” katanya.

Keberhasilan ini didukung oleh penggunaan rangkaian produk unggulan perusahaan seperti Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, dan Phonska Cair. Adityo berharap keberhasilan metode demplot ini dapat diduplikasi secara luas oleh seluruh petani di wilayah Tapal Kuda. Senada dengan hal tersebut, salah satu petani asal Jember, Egal, mengapresiasi program ini karena memberikan solusi nyata atas kesulitan petani saat musim hujan. “Bukan hanya produktivitas yang meningkat, tapi pendapatan kami juga semakin bertambah. Lebih-lebih permintaan buah semangka di momen Ramadhan cukup tinggi,” ujarnya.( wa/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *