Cakrawalanews.co-Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur kembali menggelar program Bina Desa Aswaja An-Nahdliyah selama bulan Ramadhan 2026 yang dipusatkan di Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Koordinator Program Bina Desa Aswaja An-Nahdliyah LD PWNU Jawa Timur, KH Imam Mawardi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahun kedua pelaksanaan program tersebut dengan harapan besar bagi pengembangan dakwah di tengah masyarakat.
“Program ini masuk tahun kedua. Semoga menjadi bagian penting dalam mengembangkan dakwah yang rahmatan lil ‘alamin, sejuk, santun dan damai,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Semangat dakwah yang merangkul juga ditegaskan oleh Ketua LD PWNU Jawa Timur, KH Syukron Djazilan, yang mengingatkan pentingnya kolaborasi dan keteladanan seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah terletak pada kesabaran dan kasih sayang.
“Era Nabi, berdakwah tidak langsung banyak, tetapi penuh rahmat. Tidak memukul, tetapi merangkul dengan kesabaran. Orang yang berdakwah insyaallah akan mendapatkan pertolongan dari Allah,” ungkapnya.
Pemilihan lokasi di Kecamatan Ngluyu didasari oleh kondisi geografisnya yang tergolong daerah terpencil. Ketua PCNU Kabupaten Nganjuk, KH Hasyim Affandi, memandang bahwa pendekatan intensif sangat diperlukan bagi masyarakat setempat, “Terutama dalam penanaman nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah serta peningkatan amaliah ibadah masyarakat.”
Hal senada disampaikan oleh Ketua MWCNU Ngluyu, Kiai Roji, yang mengapresiasi kehadiran program ini mengingat keragaman kondisi sosial dan tantangan infrastruktur di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa para dai harus siap secara spiritual maupun mental karena “terdapat desa yang jauh dari jangkauan sinyal komunikasi sehingga dibutuhkan mental yang kuat dalam berdakwah di wilayah seperti Ngluyu ini.”
Dukungan juga datang dari pihak pemerintah setempat melalui Camat Ngluyu, Sanusi, yang berharap program ini dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga. Menurutnya, kehadiran para dai diharapkan mampu memperkuat nilai keislaman moderat, “terutama mempererat ukhuwah serta membangun kehidupan masyarakat yang damai dan religius selama Ramadan.”
Program yang berlangsung hingga 10 Maret 2026 ini merupakan hasil sinergi antara LD PWNU Jawa Timur dengan PCNU Kabupaten Nganjuk serta didukung oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur. Selain itu, kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas institusi dengan menggandeng Pesantren Tebuireng Jombang, Pesantren Lirboyo Kediri, Pesantren An-Nur Malang, Pesantren Al-Azhar Tulungagung, dan Universitas Islam Malang (Unisma). Selain di Nganjuk, program serupa juga telah dijalankan di Blitar sebagai upaya masif untuk membumikan Islam Wasathiyah di Jawa Timur.( wa/at)



