Cakrawalanews.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi masa depan generasi muda melalui penguatan karakter di lingkungan sekolah.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui peluncuran program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Kamis, 12 Februari 2026, di Surabaya.
Program IKAN merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI, khususnya pada poin keempat dan ketujuh, yang bertujuan menciptakan sekolah sebagai oase aman bagi tumbuh kembang anak. Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa inisiatif ini bersinergi dengan kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta visi membangun budaya sekolah yang Aman, Sehat, Ramah, dan Indah (ASRI).
Menurutnya, keamanan sekolah tidak hanya berarti bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga proteksi menyeluruh terhadap pengaruh buruk yang dapat merusak mental serta spiritual siswa.
Sebagai langkah keberlanjutan, Kemendikdasmen berencana mengoptimalkan peran guru melalui pelatihan khusus serta mengaktifkan organisasi siswa seperti OSIS dan kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini dilakukan agar nilai-nilai antinarkoba tidak sekadar menjadi materi teori di kelas, melainkan bertransformasi menjadi gaya hidup positif bagi seluruh murid.
Dalam interaksinya dengan pihak sekolah di daerah, Menteri Mu’ti mengapresiasi praktik baik kolaborasi dengan penyuluh BNN namun tetap menekankan pentingnya membangun benteng pertahanan dari dalam ekosistem sekolah itu sendiri. Dengan keterlibatan aktif siswa dalam mengampanyekan hidup sehat, diharapkan tercipta generasi bangsa yang tangguh secara jasmani dan memiliki landasan spiritual yang kokoh.( wa/ar)












