Cakrawala DaerahCakrawala JatimPeristiwa

Bapanas Puji Keberhasilan Kota Kediri dalam Menjaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

×

Bapanas Puji Keberhasilan Kota Kediri dalam Menjaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

Sebarkan artikel ini
inspeksi mendadak (sidak) harga pasar di kediri
inspeksi mendadak (sidak) harga pasar di kediri

Cakrawalanews.co-Pemerintah Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Kediri dalam mengendalikan harga bahan pokok yang dinilai cukup efektif dan stabil dibandingkan daerah lain. Kasubag TU Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Puspa Dewi, menyatakan bahwa pemantauan terhadap 14 komoditas pangan penting di Kota Kediri menunjukkan kondisi yang secara umum aman. Meskipun harga cabai rawit merah, telur, daging sapi, dan ayam memerlukan perhatian khusus, komoditas utama seperti beras dan minyak goreng terpantau relatif stabil.

Dalam tinjauan langsung di Pasar Setonobetek, Puspa Dewi mencatat bahwa harga cabai di Kota Kediri masih berada di bawah Rp80.000 per kilogram dengan stok yang mencukupi. Keberhasilan ini didukung oleh komitmen Pemkot Kediri yang proaktif menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 titik serta Operasi Pasar Murah (OPM) di 15 lokasi strategis. Langkah intervensi ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta menekan gejolak harga menjelang perayaan Imlek dan memasuki bulan Ramadhan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Moh Ridwan, mengonfirmasi bahwa ketersediaan logistik pangan di wilayahnya dipastikan aman. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat terhadap harga beras premium yang ditemukan sedikit melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebagai langkah tegas, Disperdagin telah memberikan teguran lisan kepada pedagang yang menjual di atas harga ketentuan dan siap melayangkan teguran tertulis jika pelanggaran berlanjut. Untuk membantu stabilitas, Pemkot Kediri juga akan memfasilitasi pedagang agar dapat membeli stok langsung dari distributor.

Terkait fluktuasi harga pada komoditas tertentu, Ridwan menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai dipicu oleh penurunan pasokan akibat faktor cuaca. Sementara itu, kenaikan harga telur yang mencapai Rp29.000 per kilogram dan daging ayam sebesar Rp40.000 per kilogram lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan pasar menjelang Tahun Baru Imlek, terutama untuk kebutuhan industri rumahan. Dengan jadwal GPM dan OPM yang telah disusun, pemerintah optimistis tren kenaikan harga ini dapat segera teratasi.( wa/Ta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *