Cakrawalanews.co-Kota Surabaya resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.7.7.1/3316/436.7.2/2026 sebagai langkah proaktif dalam menghadapi potensi penyebaran virus Nipah.
Kebijakan ini diambil meskipun hingga saat ini belum ditemukan satu pun kasus konfirmasi pada manusia di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah antisipatif ini merujuk pada arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit menular yang bersumber dari hewan tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama mengingat tingginya mobilitas penduduk dengan negara tetangga yang pernah melaporkan temuan kasus. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa virus Nipah pernah terdeteksi pada kelelawar buah di Indonesia, sehingga risiko penularan tetap ada jika tidak diantisipasi dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
Penyakit ini diketahui dapat berpindah dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi atau melalui konsumsi bahan pangan yang telah terkontaminasi.
Gejala awal infeksi virus ini sering kali menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan, yang dalam kondisi berat dapat menyebabkan penurunan kesadaran.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi bahan pangan, terutama nira atau air aren mentah yang harus dimasak hingga matang sebelum diminum.
Selain itu, warga diingatkan untuk mencuci buah dengan bersih, membuang buah yang memiliki bekas gigitan hewan, serta memastikan daging ternak dimasak dengan sempurna.
Melalui surat edaran ini, Pemerintah Kota Surabaya juga menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk aktif memantau risiko kesehatan di wilayah masing-masing.
Masyarakat diminta segera melaporkan ke puskesmas terdekat jika menemukan gejala yang mencurigakan dan selalu merujuk pada informasi resmi pemerintah agar tidak terjebak berita bohong. Penerapan protokol kesehatan secara mandiri diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga Kota Surabaya tetap aman dari ancaman virus Nipah.( wa/at)













