Cakrawalanews.co-Kabupaten Magetan menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan gagasan Presiden Prabowo Subianto terkait gerakan “gentengisasi” nasional.
Program ini bertujuan menata lingkungan sekaligus memperindah estetika pemukiman di seluruh Indonesia dengan mengganti atap seng menjadi genteng tanah liat.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menilai momentum gagasan ini sangat tepat dan berharap seluruh elemen masyarakat menyambut positif langkah tersebut demi meningkatkan kenyamanan hunian.
Dukungan Pemkab Magetan ini didasari atas potensi daerah yang memiliki banyak sentra kerajinan genteng. Berdasarkan data BPS, terdapat sekitar 1.600 industri kecil pembuatan genteng yang tersebar di Kecamatan Maospati, Barat, dan Bendo, khususnya di Desa Gulun dan Karangsono. Sektor ini tercatat menyerap lebih dari 4.000 tenaga kerja lokal, sehingga program gentengisasi diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga setempat.
Meski siap menindaklanjuti arahan tersebut, Suyatni mengakui bahwa implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait ketersediaan bahan baku tanah liat yang mulai sulit didapat di wilayah Magetan.
Oleh karena itu, pelaksanaan program ini memerlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar kendala teknis dapat teratasi dan manfaat luas dari kebijakan ini benar-benar dirasakan oleh perajin maupun masyarakat luas.
Sebelumnya, dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Presiden Prabowo Subianto menyoroti dominasi atap seng di Indonesia yang dinilai kurang estetis, cenderung panas, dan mudah berkarat.
Presiden menginginkan adanya perubahan wajah Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan melalui keterlibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Koperasi tersebut nantinya akan dibekali pabrik skala lokal dan peralatan modern untuk memproduksi genteng yang lebih ringan, kuat, dan terjangkau bagi masyarakat.( wa/ar)



