Scrol ke Bawah
Example 120x600
Example 120x600
Cakrawala DaerahCakrawala NewsNasioanal

Menteri PPPA Desak Evaluasi KLA dan Penambahan Psikolog Klinis di Daerah

×

Menteri PPPA Desak Evaluasi KLA dan Penambahan Psikolog Klinis di Daerah

Sebarkan artikel ini
Menteri PPPA Desak Evaluasi KLA
Menteri PPPA Desak Evaluasi KLA

​Cakrawalanews.co, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menginstruksikan setiap pemerintah kabupaten dan kota untuk meninjau ulang implementasi sistem perlindungan anak melalui program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Langkah ini merupakan respons tegas atas kasus tragis seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga mengakhiri hidupnya.

Konten Sponsor

​Menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, Menteri Arifah menekankan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat krusial mengenai urgensi penguatan sistem perlindungan anak.

Menarik Dibaca:  Gunung Semeru Meletus Tujuh Kali dalam Tiga Jam

Menurutnya, kebijakan KLA harus diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan guna memastikan setiap anak di Indonesia dapat mengenyam pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

​Terkait penanganan kasus di Ngada, tim layanan SAPA 129 KemenPPPA telah berkoordinasi dengan UPTD PPPA setempat.

Namun, Menteri Arifah mengungkapkan bahwa pendampingan psikologis bagi keluarga korban saat ini belum berjalan optimal akibat ketiadaan psikolog klinis di wilayah tersebut.

​Guna mengatasi kendala serupa di masa depan, KemenPPPA mendorong Pemerintah Daerah Ngada untuk segera merekrut tenaga psikolog klinis guna ditempatkan di RSUD, UPTD PPPA, hingga puskesmas.

Menarik Dibaca:  Banyuwangi Jadi Role Model Digitalisasi Bansos Nasional di Kemendagri

Keberadaan tenaga profesional ini dinilai sangat vital untuk menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak, baik untuk layanan kesehatan jiwa maupun pendampingan korban kekerasan serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

​Korban sendiri diketahui merupakan anak dari seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai buruh tani dan serabutan demi menghidupi lima orang anak.

Sebelum meninggal dunia, korban yang tinggal bersama neneknya tersebut sempat meninggalkan sepucuk surat yang ditujukan untuk sang ibu.( wa/ar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600