Cakrawalanews.co-Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem dan potensi bencana geologi dengan menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana 2026 di kawasan Pabean Cantikan.
Dalam agenda tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan bahwa sebagai kota metropolitan, Surabaya menghadapi tantangan multidimensi mulai dari fenomena banjir rob, angin kencang yang berisiko menumbangkan pohon dan reklame, hingga ancaman gempa bumi akibat adanya jalur sesar aktif yang melintasi wilayah Kota Pahlawan.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk komitmen moral pemerintah bersama TNI dan Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Setelah memimpin apel, Wali Kota langsung melakukan pengecekan mendetail terhadap sarana dan prasarana yang disiagakan. Pemkot Surabaya telah menyiapkan sedikitnya 97 unit kendaraan pemadam kebakaran, termasuk 30 unit armada khusus yang memiliki kemampuan penyedotan genangan air secara cepat.
Inovasi teknologi juga menjadi sorotan utama dalam kesiapsiagaan tahun ini dengan dikerahkannya dua unit robot pemadam kebakaran untuk menangani medan berbahaya atau gedung dengan risiko paparan kimia guna melindungi keselamatan personel.
Selain itu, jajaran armada yang disiagakan mencakup mobil sistem Dismounted Assured Positioning, Navigation, and Timing System (DAPS) hingga truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Seluruh armada tersebut telah terintegrasi dengan Command Center 112 dan Posko Terpadu yang beroperasi selama 24 jam penuh.
Sinergi antarinstansi turut diperkuat dengan dukungan dari jajaran TNI Angkatan Laut yang menyediakan fasilitas kesehatan lengkap berupa mobil medical check-up.
Fasilitas ini akan berkolaborasi dengan mobil PMK milik Pemkot Surabaya yang telah dilengkapi fitur hyperbaric untuk memberikan bantuan oksigen darurat bagi warga maupun petugas di lapangan saat terjadi situasi kontingensi.( wa/al)












