Cakrawalanews.co- Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menekankan pentingnya peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mengawasi pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Saat melakukan sosialisasi di Bojonegoro, Jawa Timur, pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menjelaskan bahwa sinergi masyarakat sangat dibutuhkan agar data yang tersaji benar-benar sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Mengingat dinamika kependudukan yang cepat, proses pemutakhiran data kini dilakukan setiap tiga bulan sekali, berbeda dengan sistem lama yang cenderung statis selama setahun. Kondisi ini menuntut kepala daerah untuk memiliki peran strategis dalam membangun kolaborasi demi menjaga validitas data tersebut.
Lebih lanjut, Gus Ipul mengakui bahwa meskipun pemutakhiran dilakukan secara rutin, tingkat akurasi data masih perlu terus ditingkatkan melalui transparansi dan kontribusi publik.
Akurasi DTSEN menjadi sangat krusial karena merupakan pedoman utama agar program kerja pemerintah dapat tercapai secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Tanpa data yang valid, intervensi pemerintah dikhawatirkan tidak akan mengenai sasaran yang tepat.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menginstruksikan seluruh kepala desa di wilayahnya untuk menjadikan DTSEN sebagai satu-satunya rujukan dalam penyaluran bantuan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Ia menegaskan bahwa pembagian bantuan tidak boleh didasarkan pada subjektivitas atau faktor suka dan tidak suka, melainkan harus murni berpijak pada data agar hak masyarakat yang membutuhkan benar-benar terpenuhi.
Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro saat ini sepenuhnya berpegang pada Instruksi Presiden (Inpres) yang mengamanatkan penyusunan program berbasis data sebagai fondasi utama perumusan kebijakan daerah( wa/ar)



