Cakrawala BirokrasiCakrawala EkonomiCakrawala JatimCakrawala KeuanganCakrawala NewsHeadline

Lampaui Target Renstra, Investasi Jawa Timur Tembus Rp147,7 Triliun Sepanjang 2025

×

Lampaui Target Renstra, Investasi Jawa Timur Tembus Rp147,7 Triliun Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa...
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa...

Cakrawalanews.co- Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil mencatatkan kinerja investasi yang impresif sepanjang tahun 2025 dengan total realisasi mencapai Rp147,7 triliun.

Capaian ini tidak hanya melampaui target Rencana Strategis (Renstra) 2025–2026 yang ditetapkan Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp147,5 triliun, tetapi juga mengukuhkan posisi Jawa Timur di peringkat ketiga nasional dengan kontribusi sebesar 8,1 persen terhadap investasi nasional.

Secara rinci, total realisasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mendominasi sebesar Rp101,8 triliun, disusul Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp43,3 triliun, serta sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang menyumbang Rp2,6 triliun.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan refleksi nyata dari tingginya kepercayaan para investor terhadap stabilitas politik dan potensi ekonomi di wilayah Jawa Timur meski tengah berada di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.

Tren positif ini terlihat sangat signifikan pada Triwulan IV 2025, di mana realisasi investasi non-UMK mencatatkan angka Rp40,0 triliun.

Nilai tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 31,6 persen dibandingkan triwulan sebelumnya serta meningkat 11,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.

Pada periode akhir tahun tersebut, PMDN masih menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi mencapai 73 persen dari total realisasi triwulanan.

Kesuksesan ini didukung oleh komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kepastian hukum serta memperkuat infrastruktur penunjang seperti konektivitas tol Trans Jawa dan efisiensi pelabuhan.

Selain itu, program formalisasi usaha melalui kemudahan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dalam program Sadar Legalitas Berusaha (Saleha) terbukti efektif meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil untuk naik kelas ke sektor formal.

Transformasi digital dalam layanan perizinan melalui Jatim Online Single Submission (JOSS) dan program Joss Gandos juga menjadi kunci utama dalam memangkas birokrasi, yang terbukti dengan diterbitkannya 52.888 perizinan sepanjang tahun 2025.

Melangkah ke tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan optimisme untuk terus mendorong investasi berkualitas yang berfokus pada teknologi tinggi, industri ramah lingkungan, serta sektor padat karya demi menjaga kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.( wa/al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *