Cakrawala JatimCakrawala NewsCakrawala SurabayaHeadline

BPOM Sebut Program Orang Tua Angkat Sebagai Kunci Strategis UMKM Obat dan Makanan Naik Kelas

×

BPOM Sebut Program Orang Tua Angkat Sebagai Kunci Strategis UMKM Obat dan Makanan Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Kepala BPOM Taruna Ikrar .
Kepala BPOM Taruna Ikrar .

​Cakrawalanews.co ‘ Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menegaskan bahwa pola pendampingan melalui sistem orang tua angkat merupakan instrumen krusial bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor obat dan makanan untuk meningkatkan standar kualitas mereka.

Pernyataan ini disampaikan Taruna saat meresmikan Coaching and Development Center UMKM Kosmetik Kosmesia di Surabaya pada Minggu, 18 Januari 2026. Ia berharap pusat pelatihan tersebut menjadi motor penggerak bagi jutaan unit usaha di Indonesia agar mampu memenuhi standar regulasi yang ketat.

​Menurut Taruna, UMKM adalah pilar ekonomi raksasa yang tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa arahan. Dengan populasi mencapai 4,2 juta unit usaha di sektor obat dan makanan serta aset ekonomi mendekati Rp5.000 triliun, potensi ini memerlukan pembinaan terstruktur berupa asistensi dan edukasi.

Ia memberikan apresiasi kepada PT Kosmetika Global Indonesia (Kosmesia) yang telah membuktikan keberhasilan model orang tua angkat, di mana beberapa UMKM binaannya kini telah berhasil naik kelas dan meraih predikat Grade A.

​Sinergi antara industri besar, pemerintah, dan BPOM dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi nasional. Taruna memproyeksikan bahwa jika puluhan ribu industri besar dan ratusan ribu industri menengah di Indonesia bersedia mengambil peran sebagai orang tua angkat, kontribusi ekonomi nasional bisa melonjak hingga Rp6.000 triliun per tahun.

Ia juga menekankan bahwa pendekatan edukatif jauh lebih efektif daripada penindakan hukum, mengingat keterbatasan pengetahuan seringkali menjadi hambatan utama pelaku usaha dalam memenuhi standar keamanan.

​Pihak Kosmesia melalui sang pemilik, Shandy Purnamasari, mengungkapkan komitmennya untuk terus mendampingi UMKM agar industri kosmetik lokal mampu membuka lapangan kerja lebih luas dan sesuai standar keamanan negara.

Senada dengan hal tersebut, Founder Kosmesia Gilang Widya Pramana menambahkan bahwa pusat pembinaan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Fokus utamanya adalah memastikan UMKM kosmetik dapat berkontribusi nyata pada target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen melalui kepatuhan regulasi dan peningkatan skala usaha. ( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *