Cakrawalanews.co-Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menekankan pentingnya profesionalisme dan orientasi keadilan bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan tugas di lapangan.
Harapan ini disampaikan Eddy saat menghadiri sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru di Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu (16/1). Ia menegaskan bahwa KUHP nasional yang baru merupakan wujud pembaruan hukum yang lebih humanis serta mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal.
Sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban umum dan penegakan peraturan daerah, Satpol PP dinilai memiliki peran yang sangat strategis. Oleh karena itu, Eddy memandang sosialisasi bagi aparat daerah menjadi langkah krusial agar penegakan perda di tingkat bawah tetap selaras dengan ketentuan hukum nasional yang berlaku. Sinergi ini diharapkan dapat menghindari terjadinya tumpang tindih aturan maupun tindakan yang represif.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyambut baik inisiatif sosialisasi tersebut dan menyatakan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendukung implementasi KUHP baru.
Dukungan ini diwujudkan melalui upaya peningkatan kapasitas aparatur dan penguatan koordinasi lintas sektor. Pertemuan ini juga menjadi simbol harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal transisi menuju berlakunya sistem hukum pidana yang baru.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Satpol PP se-Sumatera Selatan ini diisi dengan dialog interaktif mengenai substansi KUHP serta implikasinya terhadap fungsi pemerintah daerah. Melalui pemahaman komprehensif yang dibangun sejak dini, pemerintah optimis bahwa penerapan hukum pidana nasional di masa depan akan berjalan lebih efektif, adil, dan sesuai dengan tujuan besar pembaruan hukum di Indonesia.( wa/ar)










